Dua Orang Reaktif Saat Dilakukan Rapid Test di Pasar Tradisional

banner 468x60

BERITAPANTURA.id, KOTA PEKALONGAN – Pemerintah Kota Pekalongan terus berupaya dalam menekan angka penyebaran Covid-19. Setelah menggelar rapid test di pusat perbelanjaan modern, Pemkot Pekalongan kembali menggelar rapid test di dua pasar tradisional, yakni Pasar Sorogenen dan Pasar Grogolan, Kota Pekalongan, Jumat siang (22/05/2020).

Wali Kota Pekalongan, Saelany Machfudz mengungkapkan puluhan pedagang maupun pembeli di dua pasar tradisional tersebut, dipilih menjalani rapid test secara acak dan gratis karena tingginya kunjungan masyarakat di dua tempat itu.

Bacaan Lainnya
banner 300x250
Wali Kota Pekalongan, Saelany Machfudz meninjau rapid test di pasar tradisional Kota Pekalongan, Jumat siang (22/05/2020). Foto: Dok. Diskominfo Pemkot Pekalongan.

“Rapid test sebelumnya dilakukan di salah satu pusat perbelanjaan, kini kami gelar di dua pasar tradisional yakni di Pasar Sorogenen dan Pasar Grogolan, mengingat para pedagang dan pembeli memiliki risiko terpapar yang cukup tinggi dengan seringnya interaksi langsung,” kata Saelany.

Menurutnya Saelany, rapid test akan terus digalakkan Pemkot Pekalongan melalui Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 ini, merupakan instruksi dari Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, untuk melakukan rapid test di tempat keramaian seperti pasar dan pusat perbelanjaan.

“Rapid test ini akan terus kami lakukan di tempat keramaian lainnya secara acak dan gratis, untuk mengetahui sejauh mana tingkat risiko terpaparnya Covid-19 di Kota Pekalongan,” tegasnya.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan sekaligus Juru Bicara Penanganan Covid-19 Kota Pekalongan, Slamet Budiyanto menyampaikan, dari hasil rapid test di dua pasar tradisional tersebut, ditemukan dua orang reaktif terhadap Covid-19. Kedua orang tersebut, akan ditindaklanjuti dengan tracking dan menjalani swab test.

Hari ini kami lakukan rapid test di dua pasar tradisional, masing-masing tempat sebanyak 40 sampel secara acak. Hasilnya ada dua orang yang reaktif Covid-19 yakni pengunjung pasar yang merupakan warga Batang dan Kota Pekalongan.

“Kami akan melakukan tracking riwayat kontak mereka dengan siapa saja, untuk kemudian dilakukan swab test,” tutup Budi. (BP/02)

banner 300x250
banner 468x60

Tinggalkan Balasan