Ganjar Atikoh : Mesti Optimis Adaptasi Hadapi Covid-19

banner 468x60

BERITAPANTURA.id, SEMARANG – Lebih dari dua bulan yang lalu, pandemi covid-19 di Indonesia membawa perubahan gaya hidup di masyarakat. Seperti, kebiasaan berbelanja daring, dan trend penggunaan masker. Hal itu diakui istri Gubernur Jawa Tengah Siti Atikoh Ganjar Pranowo, saat berdialog dengan pegawai KPP Pratama Cirebon Dua dan KPP Pratama Cikarang Selatan melalui virtual Id Zoom, Rabu (20/05/2020).

Dalam dialog yang berlangsung sekitar 60 menit itu, Atiqoh menyampaikan, masyarakat harus bisa survive dan kembali di kehidupan normal.

Bacaan Lainnya
banner 300x250
Siti Atikoh, saat berdialog dengan pegawai KPP Pratama Cirebon Dua dan KPP Pratama Cikarang Selatan melalui virtual Id Zoom, Rabu (20/05/2020). Foto: Dok. Diskominfo Jateng

“Setelah pandemi ini aktivitas ekonomi akan berbeda. Orang suka belanja lewat online. Di sektor pariwisata juga nantinya akan menemukan bentuk baru. Trend pakai masker juga akan menjadi kebiasaan baru,” ucap Atikoh.

Tak hanya itu, masyarakat yang dituntut tetap berada di rumah pun membawa perubahan lain. Bahkan tak menghambat mereka untuk terus produktif. Dia mencontohkan, selama banyak di rumah, sejumlah orang memanfaatkan lahan pekarangannya untuk bertanam, yang hasilnya bisa mereka nikmati.

“Seperti ketahanan pangan, kita bisa menanam di lahan yang sempit. Memanfaatkan lahan yang ada,” imbuhnya.

Foto: Dok. Diskominfo Jateng

Ada beberapa kendala yang dihadapinya untuk menjalankan tugas sebagai Ketua Tim Penggerak PKK Jawa Tengah. Pasalnya, sebagian besar yang dilakukan adalah sosialisasi dan menggerakkan masyarakat, yang lebih mudah dilakukan dengan tatap muka. Apalagi, masih ada masyarakat yang belum menguasai teknologi komunikasi.

“Karena saya lebih banyak sosialisasi di masyarakat pedesaan, namun kendalanya di penggunaan teknologi. Tapi edukasi akan terus saya lakukan biar masyarakat tetap survive,” tegasnya.

Berbagai upaya pendekatan telah ia lakukan untuk mengedukasi masyarakat, termasuk dalam menghadapi kondisi new normal. Salah satunya pendekatan melalui local wisdom.

Foto: Dok. Diskominfo Jateng

“Optimalkan local wisdom. Menghadapi wabah harus smooth,” ucapnya.

Atikoh berharap, masyarakat mampu beradaptasi dengan kondisi saat ini. Sebab, wabah harus dihadapi dengan penyesuaian-penyesuaian.

“Kita harus bisa beradaptasi karena Covid-19 harus kita hadapi,” pungkasnya. (BP/02)

banner 300x250
banner 468x60

Tinggalkan Balasan