4 Orang Sudah Meninggal Dunia, Bupati Batang Minta Waspada DBD

banner 468x60

BERITAPANTURA.id, BATANG – Pandemi virus korona sudah menjadi bencana global, korban meninggal dunia karena terinfeksi virus dari wuhan Cina di Indonesia tercatat 973 orang.

Namun, di Kabupaten Batang, Jawa Tengah kasus tersebut masih terbilang rendah, apabila di bandingkan dengan kasus kematian dikarenakan Demam Berdarah Dengue (DBD) yang berakibat kematian.

Bacaan Lainnya
banner 300x250
Foto: Dok. Diskominfo Batang

Menurut Bupati Batang, Wihaji menyampaikan, meminta untuk tetap meningkatakan kewaspadaan kasus DBD. Karena kasus kematianya lebih banyak kalau dibandingkan dengan Covid-19.

Di tahun 2020 jumlah kasus kematian karena DBD sudah 4 orang, kasus Covid-19 hanya 1 orang meninggal dunia. Artinya, kita harus waspada juga terhadap DBD,

Jangan sampai Ini memperburuk Covid-19 di Batang,” kata Bupati saat Rapat Evaluasi Gugus Tugas Percepatan penanganan Covid-19 di Ruang Abirawa, Kabupaten Batang, Senin (11/05/2020).

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Batang Muchlasin mengungkapkan, Kasus DBD yang terdata di Dinas Kesehatan dari Januari hingga April 2020 tercatat 180 kasus, adapun yang meninggal dunia sudah ada 4 orang.

“Dari Kasus DBD yang meninggal 4 orang terbanyak di kota Batang rata-rata usianya masih anak-anak,” ungkap Muchlisin.

Untuk mengantisipasi wabah tersebut, Dinas Kesehatan Batang melalui Puskesmas berupaya melakukan penyuluhan untuk menjaga kebersihan dan pembersihan sarang nyamuk dengan pengasapan atau fogging.

“Sebenarnya DBD di Batang kasus kematiannya lebih banyak, tapi akhirnya tertutup Covid-19. Karena menganggap Demam Berdarah itu sudah biasa,” pungkasnya. (BP/02)

banner 300x250
banner 468x60

Tinggalkan Balasan