Polemik Pembangunan Kawasan Industri Mayong Jepara, Izin Belum Keluar Proyek Tetap Jalan

banner 468x60

BERITAPANTURA.idJEPARA – Beberapa pekan ini, keresahan masyarakat Desa Sengon Bugel Kecamatan Mayong Kabupaten Jepara belum mendapatkan titik terang. Pasalnya, proyek kawasan industri yang ditengarai belum mengantongi izin ini tetap menjalankan aktifitas proyek meski sudah di peringatkan petugas.

Selain tidak adanya sosialisasi kepada warga, keresahan warga dipicu oleh kekhawatiran mereka terhadap alih fungsi lahan seluas 20 hektare tersebut. Kawasan itu merupakan kawasan lahan hijau, diantaranya juga ada sungai selebar 2,5 meter dengan kedalaman 1,5 meter.

Bacaan Lainnya
banner 300x250
Kawasan Industri di Sengon Bugel, Mayong Jepara, tetap menjalankan proyek meski belum mengantongi izin

Harapan masyarakat, dalam hal ini Pemkab Jepara bisa bersikap tegas terkait pembangunan Kawasan Industri di Sengon Bugel, Mayong.

Menurut ketua Aliansi Pemuda Sengon (APS) Solekan, mengungkapkan langkah Pemkab saat ini menunjukan adanya ketidak sinkronan kinerja antarlembaga pemerintah.

“Kalau memang sudah diketahui tidak berizin dan masih terus melakukan proses pembangunan, seharusnya ada tindakan tegas yang diambil oleh Pemkab Jepara” ungkapnya.

Sampai hari ini, proyek masih berjalan tanpa ada tindakan pencegahan dari petugas terkait. Bahkan imbas dari proyek tersebut, sering menimbulkan genangan banjir ke pemukiman warga. Terkait dengan proses administrasi pihaknya juga belum menerima surat apapun dari investor.

”Kalau rapat hanya sekedar rapat tanpa ada tindakan tegas, ya kepercayaannya kepada pemerintah bisa luntur. Hari ini tadi saya masih melihat sedikitnya tiga buah dump truk di jalan masuk proyek. Artinya, ya belum ada tindakan,” ujar Solekan, Selasa (5/5/2020).

”Apalagi dalam kasus di Sengon Bugel itu, dari yang saya ketahui ternyata perusahaan yang membangun itu hanya mengajukan dokumen lingkungan operasional pabrik. Sedangkan dokumen untuk kegiatan pra kontruksi dan konstruksi katanya juga belum ada. Sementara perusahaan pemilik lahan bersikeras bagaimana caranya itu bisa berjalan terus. Ini sungguh ironis,” tambah Solekan. (BP/01)

banner 300x250
banner 468x60

Tinggalkan Balasan