Pandemi Covid-19, Kejari Jepara Lakukan Sidang Pidana Daring

banner 468x60

BERITAPANTURA.id, JEPARA – Selama masa pandemi virus Corona, Kejaksaan Negeri Jepara dan Pengadilan Negeri (PN) Jepara melaksanakan proses persidangan perkara tindak pidana secara daring (online), Rabu (29/4/2020).

Kepala Kejaksaan Negeri  Jepara Saiful Bahri menyampaikan bahwa penyelenggaraan sidang daring merujuk pada landasan yuridis mengenai asas keselamatan rakyat. Hal tersebut dimaksud untuk memutus mata rantai penyebaran virus Corona yang tengah mewabah di tanah air.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

“Saat ini kami sudah melaksanakan persidangan secara online di kantor masing-masing. Melalui fasilitas video conference (vicon) ini, proses hukum bagi terdakwa di persidangan tetap berjalan,” kata Saiful saat ditemu di kantornya.

Disampaikan, para jaksa biasanya mengikuti sidang dengan bantuan vicon di tempat yang sudah disediakan di Kantor Kejaksaan. Begitu juga dengan para hakim yang melakukan sidang di Kantor Pengadilan Negeri Jepara. Sedangkan para terdakwa dan penasehat hukum mengikuti persidangan di Rumah Tahanan (Rutan) kelas II B Jepara ataupun di Kantor Mapolres Jepara.

Meski demikian, lanjutnya, pelaksanaan jalannya sidang tetap seperti biasanya. Tidak ada perbedaan dengan persidangan saat tatap muka di Pengadilan Negeri.

“Intinya sama dengan sidang biasa. Bedanya hanya ini via online,” kata dia.

Menurutnya, proses persidangan melalui vicon ini dinilainya cukup efektif meminimalisasi terjadinya kontak fisik, sehingga bisa mengurangi risiko penyebaran Covid-19 di Kabupaten Jepara.

“Landasan yuridis pelaksanaan E-Court selama masa pencegahan penyebaran covid-19 untuk mendukung diterapkannya social distancing adalah mengacu pada asas keselamatan rakyat merupakan hukum tertinggi sebagaimana surat edaran mahkamah agung (SEMA) No. 1 tahun 2020 tanggal 23 Maret 2020,” tegasnya.

Ditambahkan, selain sidang pidana lewat online, Kejari Jepara  juga melakukan terobosan terkait pelayanan tilang. Sejak diberlakukan 1 April 2020, pembayaran denda tilang dan pengambilan barang bukti berupa SIM dan STNK dapat dilakukan di Kantor Pos Indonesia Cabang Jepara. Dan pembayaran denda tilang bisa dilakukan di Kantor Pos, yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Jepara.

“Untuk menjaga social distancing dan physical distancing, pelanggar tilang dapat membayar dan mengambil barang bukti di kantor pos terdekat dalam waktu satu hingga dua hari maksimal. Sementara Pengambilan barang bukti  akan diserahkan kepada pelanggar di rumah masing-masing,” terang Saiful.

Lanjut dia, saat jadwal sidang tilang pada hari Rabu, ada sekitar 300 hingga 1.000 orang yang mengantre untuk mengambil tilang. Dengan diberlakukannya sistem online jumlah antrean jauh berkurang. (BP/02)

banner 300x250
banner 468x60

Tinggalkan Balasan