30 Persen Warga Binaan Rutan Kelas II B Kudus Mendapat Asimilasi

banner 468x60

BERITAPANTURA.id, KUDUS – Tangis haru warga binaan dan keluarga pecah mengiringi bebasnya puluhan warga binaan asal rutan Kelas II B Kudus, Jawa Tengah saat membuka surat asimilasi dan dinyatakan bebas sebelum masa tahanan berakhir. Pemberian  asimilasi di lakukan sebagai antisipasi penyebaran covid-19. Sebelumnya warga binaan telah menjalani 2/3 masa pidana hukuman diizinkan untuk bergabung dengan masyarakat menghirup udara bebas.

Langkah pemberian asimilasi ini di lakukan karena kondisi rutan yang telah melebihi kapasitas normal sehingga sangat rentan terhadap penularan virus covid-19. Sedikitnya terdapat 186 warga binaan di rutan Kudus dari kapasitas 104 warga binaan dan 30 persen mendapat program asimilasi sekitar 56 warga binaan yang akan di bebaskan secara bertahap dalam sepekan kedepan.

Bacaan Lainnya
banner 300x250
Beberapa warga binaan Rutan Kelas II B Kudus melakukan sujud syukur setelah mendapat asimilasi dari Kemenkumham, Sabtu (04/04/20).

Warga binaan mengaku senang mendapat asimilasi dan dapat kembali mengihirup udara bebas meskipun ada perintah dari Kepala Rutan dan Kemenkumham untuk sementara berdiam diri dirumah sebagai antisipasi penyebaran corona. Asimilasi bebas kali menjdi instrospeksi diri warga binaan di tengah masyarakat atas kasus yang menjeratnya.

“Saya sangat senang sekali. Ini adalah kejutan yang tidak di sangka-sangka tiba tiba ada keputusan seperti ini terimakasih sekali pada pak menteri atas kebijakan ini,” ujar Nuria Wahdani.

Sementara menurut warga binaan Muhammad Suroso mengungkapkan sangat bahagia dan bersyukur, Empat tahun kasus narkoba sudah menjalani 26 bulan, saya bersyukur introspeksi diri dirumah sesuai pesan dari bapak Kepala Rutan dan Kemenkumham,” katanya.

Menurut Kepala Rutan Kelas II B Kudus Suprihadi menyampaikan hingga kini sudah terdapat 23 warga binaan yang mendapat asimilasi, secara bertahap warga binaan yang sudah menjalani 2/3 masa tahanan akan bebas.

“Meski begitu warga binaan dalam sepekan wajib lapor ke rutan Kudus bahwa warga binaan benar asimilasi dirumah masing-masing,” terang Suprihadi.

Untuk hari ini sudah 23 warga binaan yang kami keluarkan. Jadi ini adalah asimilasi dirumah untuk mengantisipasi penyebaran covid-19. Untuk pengawasannya sudah kamis serahkan kepada bapas melalui telekonfren atau melalui online dan warga binaan kami wajib untuk melakukan absen setiap seminggu sekali di rutan Kudus untuk monitor bahwa warga binaan benar benar asimilasi dirumah,” tegasnya.

Program asimilasi ini sesuai peraturan kemenkumham nomor 10 tahun 2020 dan keputusan menteri nomor 19 tahun 2020, bahwa negara pemerintah dalam hal ini Kemenkumham memberikan kebijakan pengeluaran narapidana melalui asimilasi dirumah dan integrasi dalam rangka pencegahan dan penanggulangan penyebaran covid-19. (BP/02)

banner 300x250
banner 468x60

Tinggalkan Balasan