Cegah Corona, Santri di Kudus Lakukan Semprot Mandiri

banner 468x60

BERITAPANTURA.id, JEPARA – Gerakan penyemprotan disinfektan secara mandiri gencar di lakukan masyarakat, seperti halnya yang di lakukan santri di Kudus, Jawa Tengah. Para santri secara mandiri gencar melakukan penyemprotan cairan disinfektan di komplek pondok pesantren. Hal tersebut di lakukan guna memutus mata rantai merebaknya virus corona.

Santri ini meracik cairan disinfektan dengan bahan pemutih pakaian dan air. Secara bergantian dan rutin di lakukan, santri tersebut secara swadaya menyemprot seluruh penjuru komplek pondok pesantren mulai halaman depan hingga penjuru ruang dan kamar.

Bacaan Lainnya
banner 300x250
Salah satu santri melakukan penyemprotan disinfektan di lingkungan ponpes, Kamis (26/03/20).

Penyemprotan cairan disinfektan secara mandiri tersebut dilakukan agar komplek santri bermukim di pondok pesantren agar selalu bersih dan terhindar dari masuknya wabah covid-19 atau virus corona. Seluruh santri yang masuk komplek ponpes harus steril terlebih dahulu guna memutus mata rantai virus corona di komplek ponpes.

Salah satu santri ponpes Fatkhul Wahab mengungkapkan untuk itu penyemprotan secara mandiri oleh santri tersebut rutin di lakukan sebagai upaya pencegahan masuknya virus. Menurutnya selain penyemprotan juga menjaga kesehatan dengan mengikuti petunjuk yang diinstruksikan oleh pemerintah.

“Perasaannya saya senang ikut berkontribusi dalam menjaga kesehatan terutama untuk terhindari dari virus corona. Yang lebih utama adalah menjaga kesehatan per individu antar santri dari kesehatan pakaian kesehatan badan supaya dalam aktifitasnya berjalan dengan,” kata Fatkhul.

Sementara itu menurut relawan PCNU Kudus, Muhammad Badawi menyampaikan pihaknya secara bergantian melakukan pelatihan membuat cairan disinfektan secara mandiri agar komplek pondok pesantren tetap steril dari virus corona.

“Ini semua demi kemandirian santri bahwa sesuai instruksi dari PP pengurus pusat dari RMI PBNU yang di sampaikan bahwa seluruh pesantren harus menangkal penyebaran virus covid-19 melalui kegiatan kegiatan yang secara mandiri,” ujarnya.

Badawi menambahkan semenjak merebaknya virus corona, santri di Kudus melarang aktifitas keluar masuk dan menunda jam besuk keluarga. Tak hanya itu santri juga diminta jangan berkumpul terlebih dahulu mengingat komplek pondok pesantren merupakan wilayah yang rentan dalam penularan masuknya virus,” imbuhnya.(BP/02)

banner 300x250
banner 468x60

Tinggalkan Balasan