Via Vidcon, Bupati Demak Lapor Gubernur Terkait Siaga Covid-19

banner 468x60

BERITAPANTURA.idDEMAK – Bupati Demak Natsir melaporkan kesiapsiagaan Pemerintah Kabupaten Demak dalam menghadapi Covid-19 pada Gubernur Jawa Tengah melalui video conference di ruang Command Center, Selasa (17/3/2020). Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo ingin mendengar laporan terkini dari 35 kabupaten/kota se-Jawa Tengah tentang penyebaran dan antisipasi wabah Covid-19 di masing-masing daerah.

“Saat ini Demak siap siaga mengantisipasi serangan virus Corona. Perlu kami sampaikan pula ada satu pasien dari Kecamatan Karanganyar yang dirawat di salah satu rumah sakit rujukan di Kudus. Namun belum diketahui positif atau tidaknya. Semoga pasien ini negatif hasilnya dan selalu kita pantau kondisi pasien tersebut,” jelas bupati.

Bacaan Lainnya
banner 300x250
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, Melakukan Video Conference Dengan Bupati Demak Terkait Siaga Covid-19. (sumber : jatengprov.go.id)

Menanggapi hal tersebut gubernur mengapresiasi langkah-langkah Pemkab Demak yang tanggap situasi dan kondisi. Gubernur berpesan agar Pemkab Demak mensosialisasikan kampanye pencegahan Covid-19 bagi masyarakat dan melanjutkan sterilisasi tempat ibadah terkait ikon Demak sebagai kota wisata religi.

“Saya minta seluruh kepala daerah melakukan komunikasi dan koordinasi dengan berbagai stakeholder seperti pihak swasta, tokoh agama, relawan, tim kesehatan dan sebagainya untuk sosialisasi pencegahan penyebaran virus ini,” ujar Ganjar.

Selanjutnya gubernur meminta dukungan daerah terkait layanan kesehatan, seperti RSUD untuk menyediakan tempat pengobatan gratis bagi warga yang terserang flu, batuk dan pilek. Hal ini sebagai bentuk pelayanan dan kepedulian kepada masyarakat. Terkait kegiatan belajar mengajar instruksi sebenarnya tidak libur namun para siswa belajar di rumah dengan maksud dapat mengisolasi diri. Di mana bisa menghindari dan mengurangi kerumunan banyak orang sebab berpotensi tersebarnya virus Covid-19.

Gubernur juga meminta agar tiap daerah menyediakan stok logistik bahan makanan, masker, sabun cuci tangan dan lainnya. Sebab di pasaran semua barang tersebut sudah langka atau sulit ditemukan. Sterilisasi fasilitas umum (fasum) seperti tempat ibadah, tempat perbelanjaan, dan layanan publik juga harus dilakukan.

“Setiap RSUD hendaknya menginventarisir barang kebutuhan terutama ketersediaan alat pelindung diri (APD), serta penyediaan anggaran untuk kebutuhan belanja yg diperlukan,” tegasnya. (BP/03)

banner 300x250
banner 468x60

Tinggalkan Balasan