Pemkab Kudus Bakal Garap City Walk Mirip Malioboro

banner 468x60

BERITAPANTURA.id, KUDUS – Sektor pariwisata di Kudus terus dikembangkan. Setelah adanya rencana pembangunan Kampung Tematik, kini Pemerintah Kabupaten Kudus akan menggarap Kudus City Walk yang mirip dengan kawasan Malioboro, Yogyakarta. Berlokasi di Jalan Sunan Kudus, rencananya Kudus City Walk akan menjadi pusat kuliner dan pedestrian.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Kudus Sulistiyowati menjelaskan, Kudus City Walk mengusung konsep Green Building dan moderat. Selain mengakomodir para Pedagang Kaki Lima (PKL), Kudus City Walk diharapkan mampu menjadi sarana pedestrian bagi masyarakat Kudus. Keduanya harus berjalan seimbang dan saling mengisi. Bahkan, dalam beberapa kesempatan yang akan datang, Kudus City Walk akan dijadikan lokasi pelaksanaan event tertentu.

Bacaan Lainnya
banner 300x250
Plt. Bupati Kudus, Hartopo, Memimpin Langsung Rapat Rencana Pembangunan Kudus City Walk di Command Center, Senin (9/3/2020). (sumber : jatengprov.go.id)

“Kami mempunyai tema Green Building dan Moderat, artinya semua kegiatan harus terakomodir dengan baik,” ujarnya saat Rapat Rencana Pembangunan Kudus City Walk di Command Center, Senin (9/3/2020).

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Kudus Samani Intakoris menyatakan, pembangunan Kudus City Walk diharapkan menjadi tempat masyarakat berkumpul yang baru. Selain itu, Kudus City Walk harus mampu menjadi daya tarik, khususnya kuliner di Kudus. Mengingat, sebanyak 104 PKL Alun-Alun Kudus dan Jalan Sunan Kudus akan digabung.

“Harapannya nanti Kudus City Walk bisa jadi ajang berkumpul masyarakat. Juga bisa menikmati kuliner Kudus,” ungkapnya.

Plt Bupati Kudus Hartopo menambahkan, pada pembangunan Kudus City Walk juga harus mengakomodir para difabel. Menurutnya, semua fasilitas maupun layanan publik harus merambah kaum difabel. Dengan demikian, hak untuk sama-sama menikmati fasilitas yang dibangun pemerintah dapat dirasakan.

“Saya ingatkan, dalam pembangunan Kudus City Walk, jangan lupa untuk teman-teman kita yang difabel. Tolong beri mereka akses juga,” katanya.

Selain itu, Hartopo juga memberikan perhatian yang serius terkait pembangunan drainase. Pihaknya menginginkan, area Kudus City Walk bebas banjir. Kenyamanan tersebut dimaksudkan untuk menarik perhatian pengunjung. Tak hanya itu, jika terbebas banjir maka aktivitas di Kudus City Walk tak akan terganggu.

“Saya ingin nantinya Kudus City Walk bebas banjir. Jangan sampai pengunjung merasa tidak nyaman. Juga untuk pedagangnya, harus nyaman sehingga aktivitas disana dapat maksimal,” imbuhnya.

Selain itu, untuk jalur khusus pedestrian, Hartopo juga menyoroti penggunaan keramik yang tidak licin saat terkena air. Hal tersebut penting karena Kudus City Walk akan menyasar pedestrian. Oleh karena itu, kenyamanan pejalan kaki harus diakomodir dimulai dari pembuatan jalur khusus pejalan kaki yang aman dan nyaman.

“Penggunaan bahan dasar keramik yang tidak licin jadi penting. Jangan sampai kita menyasar para pejalan kaki, tapi jalurnya licin,” tutupnya. (BP/03)

banner 300x250
banner 468x60

Tinggalkan Balasan