Pemkab Jepara Minta Masyarakat Filter Informasi Virus Corona

banner 468x60

BERITAPANTURA.id, JEPARA – Pencegahan dan pendeteksian terhadap orang-orang yang diduga terpapar virus corona sudah dilakukan. Namun, Pemkab Jepara masih punya pekerjaan rumah besar, salah satunya bermunculannya informasi hoaks terkait dengan virus dengan nama resmi Covid-19 di tengah masyarakat luas.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Jepara, M Fakhrudin meminta masyarakat secara cerdas menyaring informasi terkait corona, sebelum diterima atau disebarkan kembali. Demikian disampaikannya saat menjadi pemateri dalam rakor TP PKK Kabupaten Jepara, di Pendopo Kartini pada Rabu (26/2/2020). “Sebenarnya yang ditakuti itu bukan Mers-CoV, SARS, dan Covid-19. Yang ditakuti virus baru, virus yang menyerang pada mass media dan whatsapps. Virus yang namanya H-04-X (hoaks) itu virus yang paling berbahaya,” ungkap dia.

Bacaan Lainnya
banner 300x250
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Jepara, M Fakhrudin, Ketika Memaparkan Materi Dalam Acara Rakor TP PKK Kabupaten Jepara.

Terkait dugaan WNA di Jepara yang terinfeksi corona, ia pastikan hanya disinformasi dari pihak-pihak tertentu yang menyebabkan keresahan. Untuk informasi valid menyoal penyebaran dan antisipasi, pihaknya meminta masyarakat mengacu kepada informasi yang disebarkan oleh institusi resmi pemerintah. Hal ini untuk menghindari munculnya keresahan. “Seperti yang sekarang di Kariadi, namanya tuan Shimaguchi itu sudah di laborat dan nanti satu-dua hari lagi akan ada hasilnya. Besar kemungkinan insyallah tidak, karena gejalanya sudah ada tanda-tanda kebaikan tidak mengarah ke Covid-19,” terang Fakhrudin.

Virus corona alias Novel Coronavirus, ditegaskannya belum ada yang masuk ke Indonesia. Adapun kabar pasien yang beredar selama ini, diketahui hanya mengalami batuk, panas, dan pilek biasa. Kendati demikian, masyarakat diharapkan tetap meningkatkan kewaspadaan dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat.

Untuk itu Pemkab Jepara meminta warganya untuk tetap tenang, dan tidak khawatir secara berlebihan menghadapi virus ini. “Kami Dinkes beserta tim sudah turun ke lapangan, dan periksa semua dari rumah ke rumah. Kita pantau selama 14 hari dan karantina hasilnya seluruhnya dinyatakan sehat,” imbuh dia. (BP/03)

banner 300x250
banner 468x60

Tinggalkan Balasan