Kasus Stunting Tinggi, Pemkab Jepara Ingatkan Hidup Sehat

banner 468x60

BERITAPANTURA.id, JEPARA – Di sejumlah daerah masih banyak memiliki kasus terhambatnya gizi terhadap anak, satu di antaranya yang masih perlu ditekan ialah persoalan bayi pendek, atau lebih dikenal dengan nama “stunting”. Di mana pertumbuhan tubuh balita tidak normal, baik antara berat badan dan usia.

Di Kabupaten Jepara, permasalahan ini diketahui masih berada di bawah angka 27,67 persen secara nasional. Dijelaskan oleh Sekda Jepara Edy Sujatmiko, persentase balita pendek di Jepara pada tahun 2019 sebesar 19,61 persen. “Jumlah tersebut turun dibandingkan dengan tahun sebelumnya 27,01 persen,” ujar Edy pada “Rembuk Stunting” di Ruang Sosrokartono Setda Jepara, Kamis (27/2/2020).

Bacaan Lainnya
banner 300x250
Sekda Jepara, Edy Sujatmiko, Memberikan Sambutan dalam Acara “Rembuk Stunting” di Ruang Sosrokartono Setda Jepara, Kamis (27/2/2020).

Kendati persentasenya mengalami penurunan, angka tersebut masih tergolong tinggi. Hasil rakortek percepatan konvergensi stunting oleh tim nasional percepatan penanganan anak kerdil (TNP2AK), Jepara termasuk salah satu lokasi dari empat kabupaten prioritas di Provinsi Jateng. Untuk itu, pihaknya meminta persoalan bayi pendek perlu dituntaskan.

Berdasarkan data elektronik pencatatan dan pelaporan gizi berbasis masyarakat (e-PPGBM), diperoleh sepuluh desa yang akan menjadi prioritas dalam pencegahan pada tahun 2021. Yakni Desa Bulakbaru dan Kedungmalang di Kecamatan Kedung, Desa Buaran Kecamatan Mayong, Desa Clering Kecamatan Donorojo, Desa Damarwulan Kecamatan Keling. Kemudian Desa Ketilengsingolelo di Kecamatan Welahan, Desa Tigajuru Kecamatan Mayong, Desa Geneng Kecamatan Batealit, Kelurahan Kauman Kecamatan Jepara, dan Desa Tanjung Kecamatan Pakisaji.

Diketahui, penyebab terjadinya bayi pendek antara lain masih ditemukannya ibu hamil yang tidak mengkonsumsi tablet tambah darah. Wanita remaja dan balita tidak mendapatkan asupan gizi yang baik, dan sanitasi yang tidak sehat. “Oleh karena itu, intervensi kegiatan pencegahan stunting ini, tidak hanya menjadi tugas Dinkes. Tetapi, semua dinas terlibat sesuai dengan tupoksinya,” kata Sekda Jepara.

Sementara Kepala Dinkes Jepara Mudrikatun turut mengingatkan, agar masyarakat terus menerapkan hidup sehat di lingkungan mereka. Terutama peduli akan kesehatan sendiri, seperti dalam keluarga hingga sadar berobat demi mendapatkan pelayanan yang tepat. Momentum ini juga diharapkan bisa jadi tolok ukur memperbaiki kinerja pelayanan terhadap masyarakat. (BP/03)

banner 300x250
banner 468x60

Tinggalkan Balasan