Jepara Buka Pintu Investasi, Peluang UMKM Lokal Berkembang

banner 468x60

BERITAPANTURA.id, JEPARA – Menggandeng sekitar 30 investor yang ada di Kabupaten Jepara, Pemkab Jepara mengadakan diskusi kelompok terarah (focus group discussion), di Pringgitan Pendopo Kartini Jepara, Selasa (25/2/2020). Plt. Bupati Jepara, Dian Kristiandi, hadiri langsung diskusi malam itu didampingi oleh Sekda Jepara Edy Sujatmiko, Kepala DPMPTSP Jepara Hery Yulianto, serta sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Jepara.

Dalam sambutannya, Plt. Bupati Jepara Dian Kristiandi, menyampaikan akan memastikan supaya Pemkab Jepara selalu membuka peluang usaha bagi para investor, yang ingin masuk ke wilayahnya. “Pada tahun 2019 kita ditarget pemerintah pusat 21 triliun untuk investasi masuk ke Jepara. Alhamdulillah kita melampaui target di angka 23 triliun lebih,” ujar Andi.

Bacaan Lainnya
banner 300x250
Plt. Bupati Jepara, Dian Kristiandi, Berfoto Bersama Para Pelaku Bisnis dan Investor Seusai Acara Diskusi.

Pada prinsipnya Pemkab Jepara selalu mempermudah izin investasi, dan terus memodernisasi sistem, serta regulasi berusaha yang mutakhir. Pastinya, sesuai konteks dan kondisi di Indonesia pada umumnya, dan Kabupaten Jepara pada khususnya. “Apapun yang mereka minta sepanjang itu by regulasi, dan regulasi itu memang tidak menghalangi, maka kita akan berikan,” kata Plt. Bupati Jepara.

Dilanjutkannya, kondisi yang apik dalam hal izin investasi dan kemudahan berusaha yang telah diimplementasikan. Kiranya dapat terus ditingkatkan lagi ke depannya. Andi menilai investasi di suatu daerah menjadi salah satu kunci utama penggerak pertumbuhan ekonomi. Hal ini dibuktikan dengan berhasilnya Kabupaten Jepara, menjadi urutan pertama primadona PMA tertinggi di Provinsi Jateng sepanjang tahun lalu, berdasarkan data DPMPTSP Provinsi Jateng.

Salah seorang investor, Farah Elfirajun, menyambut baik kegiatan itu. Di samping beragendakan penyampaian aspirasi, juga membahas pembangunan berkelanjutan. Ia menilai forum tersebut dapat meningkatkan jumlah investasi di Kabupaten Jepara. “Acara ini kita para investor bisa menyampaikan aspirasi dan mendapatkan jawabannya secara langsung,” tutur dia.

Di penghujung forum diskusi, Sekda Jepara Edy Sujatmiko menambahkan, bahwa industri padat karya di Kabupaten Jepara telah banyak berdampak terhadap penyerapan tenaga kerja. Untuk itu, ia meminta pimpinan perusahaan dapat berperan dalam pemberdayaan UMKM lokal. Salah satunya dengan menerapkan aturan, penggunaan produk kain khas Jepara sebagai seragam. “Syukur-syukur nanti tiga bulan ke depan UMKM Jepara sudah pada kerepotan. Nanti mohon kita sama-sama jalan, UMKM-nya juga ikut naik,” imbuh Edy.

Lebih lanjut, tujuan penggunaan seragam ini agar dapat mendorong sektor usaha kecil. Baik dalam penyerapan tenaga kerja, pertumbuhan perekomian daerah, hingga membangkitkan kebanggaan akan produk daerah. (BP/03)

banner 300x250
banner 468x60

Tinggalkan Balasan