Ikan Asap Pesajen, Masih Belum Dilirik Pemkab Jepara

banner 468x60

BERITAPANTURA.id, JEPARA –  Selain terkenal dengan ukir-ukirannya, Jepara juga terkenal dengan berbagai macam kerajinan dan makanan khasnya. Salah satu yang menjadi daya tarik wisatawan saat berkunjung ke Jepara adalah usaha pembuatan Ikan Asap di Pesajen, Kelurahaan Demaan.

Usaha pembuatan ikan panggang atau ikan asap tersebut sudah ada sejak dahulu. Hampir seluruh warga di Pesajen bermata pencaharian sebagai nelayan dan pembuat ikan asap. Ini merupakan usaha yang sudah turun temurun dari generasi sebelumnya. Beberapa warga pesajen membuka usaha tepat di pinggir kali tempat penambatan kapal-kapal nelayan. Ikan-ikan segar yang diperoleh para nelayan dibeli para ibu-ibu. Selanjutnya berbagai jenis ikan segar tersebut dibersihkan dan di olah menjadi ikan asap.

Bacaan Lainnya
banner 300x250
Hasil Olahan Ikan Asap atau Ikan Panggang oleh Warga Pesajen, Kelurahan Demaan Jepara

“Nggih macam-macam ikannya tergantung hasil tangkapan nelayan, ada ikan pari , ikan tongkol, ikan tenggiri dan juga ikan Manyung,” ujar Ibu Reminah salah satu pemilik gubug pada BeritaPantura.id.

Disinggung peran pemerintah dalam hal pemberdayaan dan bantuan dana, Reminah mengungkapkan masih belum ada sosialisasi menyeluruh terkait bantuan maupun pelatihan UMKM yang diberikan oleh pemerintah. Hanya sebagian warga yang mendapatkan, itupun bagi yang sudah tergabung dalam paguyuban. Yang diharapkan yakni adanya pemerataan terhadap pelaku usaha ikan asap terkait bantuan dana maupun promosi Pesajen sebagai Sentra Ikan Asap di Kota Jepara. Sehingga adanya peningkatan omset penjualan secara signifikan.

Salah Seorang Warga Pesajen Sedang Mengasapi Ikan Yang Baru Ditangkap oleh Nelayan Kemarin, Hari Sabtu (01/02/2020).

“Yang dapat bantuan hanya blok sebelah sana, disini belum ada sosialisasi dari Pemkab maupun pihak kelurahan Demaan. Disana spesialis ikan pari kalau disini ikannya beragam,” imbuh Reminah.

Semoga pemerintah dalam hal ini Pemkab Jepara bisa turun langsung melihat kondisi yang dikeluhkan oleh warga. Sinergitas bisa melalui dinas yang membidangi maupun pelatihan-pelatihan terkait UMKM. Hal ini bisa memicu pendapatan asli daerah (PAD) dari segi wisatawan maupun kuliner. (BP/03)

banner 300x250
banner 468x60

Tinggalkan Balasan