Empat Bulan Penghuni Rusunawa Kyai Mojo Krisis Air Bersih

banner 468x60

BERITAPANTURA.idJEPARA –  Ratusan warga rumah susun sewa (rusunawa) Kyai Mojo di Kelurahan Jobokuto, Kecamatan Jepara, Kabupaten Jepara kembali mengalami kesulitan mendapatkan air bersih dalam empat bulan terakhir ini. Pasalnya, pasokan air bersih dari Perumda Air Minum (PAM) Tirta Jungporo tidak lagi mengalir ke sana.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, sementara mereka menunggu pasokan dari beberapa pemasok air di luar rusunawa tentunya dengan merogoh kocek lebih dalam lagi guna membayarnya. Harganya pun beragam tergantung yang digunakan untuk tempat penampungan. Semakin besar tentu semakin mahal pula, bisa sampai sepuluh ribu per sekali tampung. Sedangkan penggunaannya pun tidak bisa lebih dari dua atau tiga hari.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Komplek Rusunawa Kyai Mojo Jobokuto, Kecamatan Jepara Kota, Jepara, Selasa (28/01/2020).

Ghani, penghuni Rusunawa Blok B lantai II ketika ditemui mengatakan, suplai air dari PAM Tirta Jungporo mulai bermasalah sejak awal September lalu. Saat itu, air hanya mengalir di malam hari sehingga tidak bisa dialirkan ke bak-bak penampung di masing-masing blok.

“Debet air yang masuk tidak cukup untuk bisa mencapai ke lantai paling atas, sehingga terjadi kesenjangan masalah air disini. Bahkan sering penghuni lantai atas turun untuk ngangsu (menimba) ke lantai bawah,” kata Ghani.

Situasi semakin sulit saat memasuki bulan November. Sebab aliran air di malam hari semakin kecil dan hanya bisa masuk ke bak kontrol atau bak induk saja. Jumlah air yang tertampung di bak induk sangat sedikit dan tak bisa meng-cover semua kebutuhan warga rusun.

Hingga saat ini, belum ada penanganan serius dari pihak PAM Tirta Jungporo. Bahkan, protes keras pihak penghuni rusunawa ke pengelola rusunawa tidak pernah ada titik temu penyelesaian.Krisis air ini sepertinya tak dianggap dan seakan-akan membiarkan masyarakat menanggung bebannya sendiri.

Wis koyo biasa wae (seperti tak ada masalah). Padahal sudah hampir empat bulan kami kesusahan mendapatkan air bersih. Mau sampai kapan begini terus. Anak-anak mau sekolah, bapak-bapak mau kerja jadi terhambat karena tidak ada air bersih di bak-bak mandi,” keluh Sopiah, warga lainnya.

Selama ini, untuk suplai air dengan sistem droping mobil tangki juga masih kurang efisien. Sopiah mengatakan, droping air yang diberikan PAM Tirta Jungporo hanya bisa untuk mengatasi kebutuhan air sesaat. Jumlah yang disuplai kesini belum bisa menutup kebutuhan air masyarakat secara normal.

“Memang ada droping air, tapi masih belum mencukupi, itupun jarang-jarang sekarang, terakhir droping ya awal bulan Januari kemarin,” katanya. Pasokan air bersih tidak hanya dikeluhkan warga Rusunawa Kyai Mojo Jobokuto, tapi juga warga lainnya di wilayah KelurahanJobokuto. Warga berharap agar pihak PAM Tirta Jungporo secepatnya mengatasi persoalan itu agar tidak mengganggu aktifitas warga. (BP/03)

banner 300x250
banner 468x60

Tinggalkan Balasan