Jepara Punya Lele Spesias Unggulan Bernama “Berbie”

banner 468x60

BERITAPANTURA.id, JEPARA – Salah seorang warga Jepara Fahrudin, peternak lele warga Desa Mindahan, Kecamatan Batealit, Kabupaten Jepara, sejak akhir 2019 lalu berhasil mengembangkan lele spesies baru bernama “Barbie”.

Ikan air tawar berkumis ini, memiliki banyak keunggulan dan sangat menjanjikan, dibanding lele pada umumnya. Saat ditemui di kediamannya, sebelah barat Kantor Kecamatan Batealit. Pria berusia 50 th ini mengajak kami menuju bagian belakang rumahnya. Di pekarangan tersebut tampak deretan kolam terbuat dari tembok.

Bacaan Lainnya
banner 300x250
Fahrudin saat memperlihatkan ikan lele spesies unggul bernama Berbie

Di tempat inilah, alumnus Akademi Bahasa Asing Yogyakarta (Abayo) itu memulai risetnya pada akhir tahun 2016 lalu. “Empat tahun yang lalu, memang niat kami untuk mencari lele spesies baru,” ujarnya sembari sesekali ia menaburkan pelet ikan ke kolam.

Mengetahui ada makanan, ribuan lele barbie dengan agresif langsung menyibak air kolam dan berebut pakan. Rasa heran sekaligus ingin tahu kami langsung muncul. Bukan karena hal yang disebut di awal, melainkan warna lele-lele itu sendiri. Lele barbie ini memilikli warna tubuh oranye mulai dari ujung kumis hingga ekor. “Ini murni bukan silangan, karena dari sungut sampai ekor itu tanpa ada belang dan blentong,” kata Fahrudin yang kerap disapa Pak O’ong.

Ia melanjutkan, ikan ini juga memiliki tingkat pertumbuhan yang cukup cepat, baik jantan maupun betina. Dengan demikian dapat menekan biaya produksi budidaya minimal 40 persen. Tentunya tanpa mengurangi kualitas dan kandungan lele itu sendiri.

O’ong pun menceritakan awal ketertarikannya mengambangkan lele spesies unggul. Terdorong keinginan untuk menciptakan lele selain warna hitam, tapi tanpa mengurangi kualitas. Inspirasinya muncul dari daun singkong yang mempunyai unsur zat hijau daun atau klorofil. Ide itulah cikal bakal lahirnya lele barbie.

Dari situlah O’ong mencoba risetnya, dengan menambahkan kandungan protein selama bertahun-tahun bagi ikannya. Hal ini agar warna oranye dapat nempel di hormon lele-lele tersebut. Namun, diperlukan takaran yang tepat untuk mencapai keberhasilan genetik baru. “Saya tidak banyak pakan pabrik, tapi saya pakai pakai organik, daun singkong yang masih warna hijau pupus. Ditambah teri nasi untuk mendaptkan protein tinggi, karena merubah hormon sangat sulit sekali,” tutur dia.

Lebih lanjut, dengan telah hilangnya zat purin lele dibantu fermentasi alam, dan tambahan protein dari teri nasi, akhir tahun 2019 lele berwarna oranye tercipta. Keunggulan lain dari warna oranye adalah dapat memperbarui sel-sel yang sudah mati.

Keberadaan lele barbie kini memang tengah mendapat sorotan lebih dari publik. Utamanya dari sejumlah pihak perusahaan besar swasta. Mereka secara terang-terangan berkeinginan mengakuisisi seluruh kekayaan intelektual tersebut. Sekarang, hanya tinggal menunggu waktu bagi Fahrudin dari banyaknya tawaran. (BP/01)

banner 300x250
banner 468x60

Tinggalkan Balasan