Ribuan Hektar Sawah Terancam Tenggelam

banner 468x60

BERITAPANTURA.id, JEPARA – Jebolnya tanggul Sungai Serang Welahan Drainase (SWD) II kanan, yang terjadi tahun 2014 lalu terancam terulang. Hal ini disebabkan kondisi tanggul yang berada di Desa/Kecamatan Welahan, kini dalam kondisi yang memprihatinkan.

Petinggi Welahan Ahmad Jerjes mengatakan, tanggul SWD II kanan ini dulu pernah tiga kali mengalami jebol pada tahun 2004, 2011, dan terakhir pada tahun 2014. Kondisi ini mengancam ribuan hektar lahan sawah di daerah tersebut.

Bacaan Lainnya
banner 300x250
Plt. Bupati Jepara Dian Kristiandi langsung meninjau lokasi tanggul Sungai Serang Welahan Drainase (SWD) II, Selasa (07/01/2020).

“Pertama dibangun dulunya tahun 1981, tahun 2004, 2011, dan 2014 dulu sudah pernah jebol dan diperbaiki,” katanya.

Diketahui bahwa tanggul tersebut merupakan kewenangan, dan otoritas Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) pusat. Selain persoalan dinding tanggul yang mengalami retak di beberapa titik, warga menilai konstruksinya dapat membahayakan sawah-sawah yang teraliri. Sebab, ketinggiannya jauh lebih rendah sekitar 2 meter ketimbang badan jalan. Harapannya tanggul dapat segera diperbaiki sekaligus ditinggikan.

Mendapat laporan dari warga perihal tersebut, Plt. Bupati Jepara Dian Kristiandi langsung meninjau lokasi untuk memastikan, dan mencari solusi jangka panjang atas persoalan itu. Sembari menunggu jawaban BBWS, pihaknya akan membantu sesuai dengan kemampuan dan kewenangan daerah. “Kita koordinasikan dengan BBWS dulu karena ini kan wilayahnya. Kalau misalnya memang kita bisa support dari kabupaten, kita support,” kata Andi.

Terkait ketinggian tanah yang tidak rata antara tanggul dengan badan jalan, pihaknya akan segera membantu untuk meninggikan. Didampingi Kabid Pengairan DPUPR Jepara Sahli, pihaknya memastikan akan membantu meratakan tanah di atas tanggul. “Kalau njeglek seperti ini petani juga susah untuk lewat-lewat. Kalau memang ini dibutuhkan harus segera, kita akan lakukan segera,” ujar Plt. Bupati Jepara.

Sementara itu, Koordinator lapangan (korlap) bendungan Bakalan, Kusriyanto yang diperbantukan di lokasi itu menyebut, ia akan menindaklanjuti permasalahan ini dengan melaporkannya ke BBWS. “Nanti dari kita ini kami laporkan ke balai. Masalah ini sudah sering saya laporkan terus. Cuman penanganannya belum, kok sampai sekarang masih begini,” aku dia.

Harapan bersama tentu tidak ada lagi air sungai limpas ke lahan persawahan. Bahkan sampai menenggelamkan padi-padi yang baru ditanam. (BP/02)

banner 300x250
banner 468x60

Tinggalkan Balasan