Jelang Pergantian Tahun, Bertabur Kesenian Tradisional

banner 468x60

BERITAPANTURA.id, JEPARA – Ribuan warga Kabupaten Jepara dan sekitarnya tumpah ruah di kawasan Alun-alun 2 Jepara pada Selasa malam, (31/12/2019), dan tepat bergulirnya waktu ke Rabu, 1 Januari 2020. Kawasan ini merupakan salah satu tempat favorit untuk merayakan malam pergantian tahun walaupun sempat diguyur hujan.

Hujan yang turun sejak sore, tak menyurutkan animo masyarakat dalam merayakan Tahun Baru 2020, di lapangan sebelah selatan Terminal Jepara itu. Sebagian masyarakat tampak mengenakan jas hujan maupun menggunakan payung. Tak sedikit ada juga yang rela berbasah-basahan, demi menyaksikan kemeriahan panggung hiburan rakyat pergantian tahun.

Hiburan rakyat malam pergantian tahun di kawasan Alun-alun 2 Jepara pada Selasa malam, (31/12/2019).

Panggung rakyat yang berdiri di sisi barat alun-alun ini, sejak pukul 18.30 menampilkan beragam acara menarik. Mulai dari pertunjukkan seni modern maupun kesenian tradisional.

Larasati, salah satu pengunjung yang datang bersama keluarganya mengaku tidak ingin kehilangan momen akhir tahun. Selain ingin menikmati penampilan seni budaya, sekaligus menanti pesta kembang api saat puncak acara.

“Pengen lihat secara langsung, kali ini kan beda ya, banyak keseniannya. Tapi yang saya tunggu-tunggu sih pesta kembang apinya,” ujar Larasati.

Beruntung dua jam sebelum memasuki pergantian tahun, hujan reda. Masyarakat pun berdatangan dari berbagai penjuru menuju Alun-alun 2 Jepara. Kepadaatan sejumlah ruas jalan pun tak terindahkan, terlebih lagi kantong-kantong parkir sudah penuh sesak. Meski begitu, secara keseluruhan acara perayaan Tahun Baru berlangsung meriah dan tertib.

Hadirnya kesenian tradisional pada panggung perayaan ini, diharapkan Sekretaris Dewan Kesenian Daerah Kabupaten Jepara Rhobi Shani, dapat dijadikan tradisi saat menyambut Tahun Baru.

“Kesenian tradisional tampil pada malam hiburan rakyat menyambut Tahun Baru harus dijadikan tradisi,” katanya.

Pada malam itu, sedikitnya ada lima kesenian tradisional yang dikoordinatori Disparbud Kabupaten Jepara. Yaitu, ketoprak gaul yang dibawakann oleh sejumlah remaja, kentrung, reog, thongthek, dan thongprak. “Thongthek merupakan seni pertunjukan yang memadukan unsur kesenian asli Jepara, emprak dengan kesenian thongthek,” imbuh Rhobi.

Jelang peluncuran kembang api, pengunjung kembali diajak bersama-sama menghitung mundur. Dengan terompet yang telah didapatkan secara gratis dari panitia, tiupan bersama-sama menuntaskan hitungan kesepuluh. Keriuhan suara terompet berganti dengan nyala kembang api. Pelaksana tugas (Plt) Kepala Disparbud Jepara Zamroni Lestiaza pun tampak larut bersama warga.

“Dengan harapan di tahun 2020, Jepara semakin maju Jepara semakin jaya,” pungkasnya.(BP/02)

banner 300x250
banner 468x60

Tinggalkan Balasan