Indahnya Toleransi, Masjid dan Gereja Berhadapan di Tempur

banner 468x60

BERITAPANTURA.id, JEPARA – Perayaan Natal bagi umat Kristiani tentunya akan terasa sejuk dan damai bilamana dilingkungan sekitar bisa tercipta toleransi antar umat beragama. Bukan hanya sejuk secara harfiah, namun suasana asri dan damai inilah yang tergambarkan di sebuah desa di ketinggian 800 meter di atas permukaan laut (MDPL).

Perbedaan tak lantas melunturkan sikap hormat mengasihi dan menghargai antar manusia. Sikap ini dipegang teguh oleh warga Desa Tempur Kecamatan Keling Jepara Jawa Tengah. Desa penghasil kopi ini, sejak puluhan tahun lalu menjaga toleransi ini secara turun temurun hingga sekarang.

Bacaan Lainnya
banner 300x250
Masjid Nurul Hikmah dan Gereja Injili Tanah Jawa (GITJ) berhadapan di Desa Tempur Keling Jepara

Seperti halnya toleransi beragama di desa tersebut, bangunan Masjid dan Gereja yang berhadapan tanpa sekat di tengah kampung mereka menjadi salah satu saksi bisu kerukunan umat beragama.

Masjid Nurul Hikmah dan Gereja Injili Tanah Jawa (GITJ) ini berdiri kokoh berhadapan seperti kakak dan adik karena yang membangaun masjid adalah kakak dari yang membangun gereja.

Kedua tempat ibadah ini menjadi bukti bahwa kerukunan umat beragama di Desa Tempur ini harmonis meskipun berbeda. Seperti saat ini menjelang perayaan Natal banyak warga muslim yang membantu warga nasrani mempersiapkan perayaan Natal.

Menurut pendeta Gereja Injili Tanah Jawa Suwadi, ia mengatakan untuk kerukunan umat beragama di desa tempur sangat kental. Karena umat Islam yang menjadi agama mayoritas selalu mengayomi pemeluk agama Kristen yang hanya minoritas di desa tersebut.

Hal tersebut bisa dibuktikan lewat kegiatan beribadatan di gereja, banyak pemeluk agama Islam yang turut membantu untuk mempersiapkan kegiatan. Seperti saat ini untuk perayaan natal banyak warga muslim yang turut membantu menata dekorasi untuk kegiatan Natalan.

Hal senada juga diungkapkan oleh salah satu Takmir Masjid Nurul Hikmad, dengan adanya masjid dan Gereja yang saling berhadapan ini tidak menganggu proses ibadah masing masing agama. Namun dengan adanya Masjid dan Gereja yang berhapan ini malah saling membantu.

Seperti saat Shalat Idul Fitri apabila Masjid tidak muat biasanya kaum muslim menggunakan serambi Gereja untuk beribadah, begitu juga sebaliknya apabila Natalan apabila Gereja tidak muat mereka juga menggunakan serambi Masjid untuk beribadah.

Dengan kondisi tersebut, tidak lantas ada jurang pemisah antara warga Islam dan Kristiani. Kedua umat beragama tersebut justru melebur rukun tak memandang latar belakang Agama. Kerukunan umat umat beragama tersebut menjadi salah satu contoh kecil yang tertanam harmonis dan kokoh di Desa Tempur yang berada 61 kilometer dari pusat kota Jepara (BP/01)

banner 300x250
banner 468x60

Tinggalkan Balasan