Imbas Pilkades Pati, Terjadi Pengeroyokan dan Rumah Dirusak

banner 468x60

BERITAPANTURA.id, PATI – Rupanya imbas dari pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di Pati mengalami gejolak di beberapa tempat. Salah satunya terjadi di Dukuh Krajan Desa Dukuhseti, terjadi tindak kriminal penganiayaan di sertai perusakan.

Tindakan pengeroyokan terjadi pada Senin (22/12/2019) dini hari lalu, diduga peristiwa itu menjadi bagian “buntut” permasalah pilkades di desa tersebut. Petugas kepolisian langsung sigap mengamankan pelaku dan korban. Sekaligus menjaga keamanan di wilayah tersebut.

Bacaan Lainnya
banner 300x250
Kondisi pintu rumah yang dirusak pelaku, petugas kepolisian lakukan pemeriksaan.

Dari informasi yang dihimpun, kejadian itu berlangsung pada Senin (22/12) pukul 02.30 WIB. Sekelompok orang yang terindentifikasi petugas diantaranya Taufik, Mathing, dan Nurul yang merupakan warga setempat ditambah Krimil warga Desa Kembang, Dukuhseti tiba-tiba mendatangi rumah Danang warga RT 5 RW 1 desa setempat.

Di tempat kejadian tersebut berlangsung tindakan anarkis, yakni aksi pendobrakan pintu hingga memecahkan kaca jendela. Juga terjadi penganiayaan kepada pemilik rumah, sang pemilik rumah diketahui melakukan perlawanan.

”Mereka mendobrak pintu hingga rusak. Suami saya kemudian datang dan terjadi perkelahian. Permasalahannya saya tidak tahu. Entah masalah pilkades atau bukan,” ungkapnya. Akibatnya dari peristiwa itu pintu rumahnya sampai rusak. Termasuk kacanya pecah.

Siti Latifatun, istri korban Danang, mengungkapkan, kedatangan empat orang pelaku itu secara tiba-tiba. Saat itu dirinya dan suami sedang tidur di kamar.

Tidak berselang lama para pelaku dan korban langsung diamankan langsung oleh Polres Pati. Untuk meningkatkan keamanan, satu peleton Sabhara Polres Pati diturunkan. Sejauh ini situasi di desa tersebut masih kondusif pasca kejadian tersebut.

Terpisah Kapolres Pati AKBP Bambang Yudhantara Salamun mengungkapkan, pihaknya saat ini telah mengamankan semua yang terlibat baik pelaku maupun korban. Karena mereka sama-sama menjadi pelaku juga menjadi korban.

”Memang ada insiden di Desa Dukuhseti. Dipicu sebuah tindakan kemudian ada tindakan balasan. Mereka saling balas. Juga benar terjadi pengrusakan dan penganiayaan. Semuanya kami proses langsung di Polres Pati,” terang Kapolres di sela-sela monitoring persiapan Natal dan tahun baru. Kapolres juga membantah, kejadian tersebut berhubungan dengan pilkades di desa tersebut. Menurutnya kejadian itu dipicu oleh suara motor yang terlalu keras.

Lebih lanjut, Kapolres mengungkapkan, berdasarkan hasil pemeriksaan saksi-saksi dan gelar perkara serta koordinasi dengan ahli kedua belah pihak memenuhi unsure pasal yang dilaporkan. Karena itu semua dilakukan penahanan.

”Kedua belah pihak saling lapor. Semuanya mendapat ancaman hukuman di atas lima tahun. Empat orang tersangka yang mendatangi rumah kami kenakan pasal 170 KUHP. Sedangkan pemilik rumah dikenakan UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 subsider pasal 351 KUHP,” imbuh Kapolres.

Saat ini, lanjut Kapolres, kondisi di desa tersebut sudah kondusif. Sudah ada kesepakatan untuk saling menjaga kondusifitas keamanan dan ketertiban masyarakat. (BP/01)

banner 300x250
banner 468x60

Tinggalkan Balasan