Lestari Moerdijat Sampaikan Kuliah Kebangsaan di UNISNU

banner 468x60

BERITAPANTURA.id, JEPARA – Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, yang juga merupakan perwakilan dari Dapil III Jateng Lestari Moerdijat hadir di Universitas Islam Nahdalatul Ulama (UNISNU) Jepara kemarin Sabtu (7/12/2019).

Lestari Moerdijat yang merupakan satu-satunya perempuan dijajaran Wakil ketua MPR RI periode 2019 – 2024 itu, selain hadir untuk menyampaikan kuliah juga menggelar Focus Group Discussion (FGD) berkaitan dengan ketokohan Ratu Kalinyamat.

Bacaan Lainnya
banner 300x250
Lestari Moerdijat saat menyampaikan kuliah dihadapan mahasiswa UNISNU Jepara (7/12/2019)

Kuliah yang berlangsung di ruang seminar perpustakaan Lt. 3 Unisnu itu, dihadiri oleh rektor Unisnu, ketua umum Yaptinu, dosen, pejabat struktural Unisnu serta ratusan mahasiswa.

Rektor Unisnu Dr. H. Sa’dullah Assa’idi, M.Ag., dalam sambutannya berterimakasih atas kedatangan Lestari Moerdijat. Baik sebagai perwakilan MPR RI juga sekaligus sebagai Ketua Pembina Yayasan Dharma Bakti Lestari.

Kami berkomitmen, sebagai lembaga pendidikan tinggi di bawah naungan Nahdatul Ulama (NU) siap menjaga dan menyosialisasikan empat dasar negara. “Kami juga di PBNU berasal dari singkatan Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, NKRI dan Undang-Undang Dasar 1945. Kami siap menjaganya. Dan alhamdulillah salah satu figur Ulama’ kami KH. Ma’ruf Amien kini sudah menjadi wakil presiden RI,” imbuhnya.

Lestari Moerdijat, yang lebih akrab disapa mbak Rerie menyampaikan materi kuliah kebangsaan dengan komunikatif, sehingga kuliah umum antara wakil ketua MPR RI dan mahasiswa tersebut berlangsung dengan interaktif dan tidak membosankan.

Di awal kuliah, Lestari Moerdijat merasa bahagia sebagai wakil rakyat karena bisa memberikan kuliah di UNISNU, satu-satunya Universitas yang ada di kota Jepara, institusi pendidikan yang akan menjadi pelita penerang, yang akan membawa mahasiswanya untuk maju, berprestasi dan menjadi pemimpin di tingkat Nasional. “Pemimpin juga harus qualified, artinya dia tahu betul kapasitas diri sendiri. Kalau dia yakin bisa ya dia tahu, kalau dia tidak bisa ya dia tahu, sehingga dia tidak sok tahu.

Pemimpin haruslah mereka yang tidak mementingkan ego tapi lebih mementingkan ekosistem, khalayak umum, pemimpin yang tahu kalau dia tidak akan berhasil kalau tidak ada ekosistem yang mendukungnya” ujar mbak Rerie Lestari Moerdijat juga mengingatkan mahasiswa Unisnu untuk mengedepankan sikap altosentris.

Yaitu mengesampingkan ego pribadi dan lebih mementingkan khalayak umum. Mahasiswa sebagai agen perubahan juga berperan penting untuk dapat mempersatukan negara. Karena, generasi muda yang saat ini berusia 18 sampai 19 tahun, dalam kurun 20 tahun kedepan niscaya akan menjadi pemimpin bangsa. “Sepuluh sampai dua puluh tahun lagi, kalian-kalian ini yang akan menjadi pemimpin.

Dan tahun 2045 diramalkan akan menjadi tahun keemasan bagi Indonesia,” Pungkas Mbak Rerie. Di akhir kuliah, Mbak Rerie beserta seluruh peserta kuliah umum menyanyikan bersama lagu berjudul Bendera ciptaan Eross Candra yang dipopulerkan oleh band coklat untuk meneguhkan, mengobarkan semangat kebangsaan dalam menjaga dan menjunjung tinggi kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. (BP/01)

banner 300x250
banner 468x60

Tinggalkan Balasan