Melalui Kearifan Budaya Lokal, Bawaslu Jepara Gencar Sosialisasi

banner 468x60

BERITAPANTURA.id, JEPARA – Bawaslu tampil sebagai garda terdepan dalam penindakan kasus pelanggaran pemilu, terus berupaya melakukan sosialisasi, untuk menekan angka pelanggaran pemilu. Lebih menariknya, sosilasisasi ini dikemas dengan mengusung kearifan budaya lokal agar mudah diterima masyarakat.

Berlokasi di Lapangan Desa Mindahan, Kecamatan Batealit, Sabtu (30/11/2019) sosialisasi pengawasan partisipatif dikemas dengan cara yang cukup menarik, yakni menampilkan kesenian khas daerah seperti campursari dan ketoprak kontemporer.

Bacaan Lainnya
banner 300x250
Asisten II Setda Jepara hadir memberikan sambutan sebelum pestas wayang dimulai (Foto : Diskominfo Jepara)

Mengusung lakon “Sejaraning Jombang Balelaning Adipati Pelor Wojo”, grup kesenian ketoprak Wahyu Budaya sukses membawakan pesan demokrasi yang jujur dan adil.

Ketua Bawaslu Kabupaten Jepara Sujiantoko, Asisten II Sekda Jepara Mulyaji, dan Komisioner KPU Jepara Muhamadun Sanomae juga turut hadir dalam acara ini.

Asisten II Sekda Jepara yang mewakili Plt. Bupati Jepara, memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan malam ini. Sosialisasi melalui budaya dan kesenian lokal dikataknnya sangat tepat. Selain mudah menarik perhatian, sekaligus mudah di pahami oleh seluruh lapisan masyarakat. “Dengan tontonan yang juga jadi tuntunan diharapkan selepas proses demokratisasi kemarin, kita semua bisa kembali bersama-sama,” ujar dia.

Sementara itu, disampaikan Sujiantoko bahwa pelanggaran pemilu seperti kasus berita bohong (hoaks), politik uang dan sentimen SARA, menjadi persoalan akut yang kerap mewarnai ajang pesta demokrasi. “PR besar penyelenggara pemilu dan masyarakat Indonesia adalah tiga hal ini,” kata Suji.

Lebih lanjut, baik Mulyaji maupun Sujiantoko pun sepakat, bahwa kesadaran dan keterlibatan aktif masyarakat dalam melakukan pengawasan di setiap pemilu menjadi harapan besar, untuk mencegah terjadinya pelanggaran. Hingga terwujudnya kualitas pemilu yang jauh bermartabat.

Dengan mengusung kearifan budaya lokal, diharapkan sosialisasi tersebut bisa lebih mengena dan diterima seluruh komponen masyarakat. Sehingga diharapkan mampu menumbuhkan tingkat kesadaran, dan partisipasi untuk bersama-sama mengawal jalannya setiap tahapan pemilu. (BP/02)

banner 300x250
banner 468x60

Tinggalkan Balasan