Ratusan Wanita di Pati Menjadi Janda, Diakibatkan Perselingkuhan

banner 468x60

BERITAPANTURA.id, PATI – Angka perceraian di Kabupaten Pati mengalami peningkatan pada akhir tahun 2019 ini. Pengadilan Agama (PA) Pati mencatat, tiap bulan rata-rata ada 300-an perempuan cerai dengan suaminya. Bahkan sudah ada 2.691 kasus yang sudah diketuk palu maupun tengah proses persidangan sampai bulan november ini.

Dengan tingginya angka perceraian di Kabupaten Pati, bukanlah tanpa sebab. Selain percekcokan rumah tangga, perselingkuhan juga menjadi faktor utama yang mendominasi kasus perceraian.

Bacaan Lainnya
banner 300x250
Perselingkuhan menjadi salah satu faktor perceraian (Ilustrasi)

Menurut Panitera Muda Hukum PA Pati, Sabil Huda mengatakan banyak kasus istri ditinggal merantau oleh suaminya. Tak ayal kemudian si istri tersebut selingkuh hingga berujung pada perceraian.

Meski demikian, ada juga gugatan dari pihak istri karena menemukan suaminya berselingkuh dengan perempuan lain.

Sebenarnya ada beberapa faktor lainnya, namun yang paling menonjol memang perselingkuhan dan zina,” katanya, Rabu (13/11/2019) pada BERITAPANTURA.id

Dia menjelaskan, untuk pembuktian perselingkuhan dan zina, diakuinya memang sulit. Sehingga, para pihak berperkara sering mengajukan permohonan cerai dengan alasan meninggalkan istri.

Alasan faktor ekonomi dan pertengkaran juga diajukan oleh para pihak. Karena, untuk menunjukkan bukti cukup mudah,” ujarnya.

Dominasi perselingkuhan ini bisa diketahui pada saat persidangan. Sebab, pihak yang berperkara akan mengemukakan alasan-alasan hingga timbulnya perkara perceraian.

Permohonan perceraian yang paling banyak justru diajukan oleh pihak perempuan atau cerai gugat. Hal itu semakin marak setelah adanya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 9 Tahun 1975 tentang Perkawinan.

Semenjak adanya PP itu, perempuan atau istri kan bisa mengajukan cerai gugat. Padahal, sebelumnya dilakukan oleh suami,” terangnya.

Dirinya berharap, pihak yang berperkara tidak sertamerta mengajukan perceraian jika ada permasalahan keluarga. Sebisa mungkin untuk dimusyawarahkan secara kekeluargaan terlebih dahulu. (BP/01)

banner 300x250
banner 468x60

Tinggalkan Balasan