Gus Yaqut: Jika Tidak Cinta NKRI Cepat Keluar dari Ansor Banser

banner 468x60

BERITAPANTURA.id, JEPARA – Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor Yaqut Cholil Qoumas berpesan kepada kader Ansor dan Barisan Ansor Serbaguna atau Banser agar cepat keluar sebagai kader jika sudah tidak cinta pada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Ketua GP Ansor Gus Yaqut saat sarasehan Kemah Bakti III 2019 di Pendopo Kartini Jepara, Jumat (8/11/2019).

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Hal itu diungkapkannya Gus Yaqut saat memberi pesan dalam sarasehan Kemah Bakti III 2019 di Pendopo Kartini Jepara, Jumat (8/11/2019) malam.

Menurut Ketua GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas, yang akrab dipanggil Gus Yaqut, menekankan pada setiap kader baik Ansor maupun Banser bahwa organisasi ini dibangun atas kesadaran berbangsa yang tinggi. Oleh sebab itu, kepada setiap anggotanya untuk tidak goyah sedikit pun dalam mempertahankan NKRI.

“Jangan goyah sedikit pun terhadap gangguan manapun. Jika sudah tidak cinta lagi dengan NKRI cepat keluar dari Ansor, kalau sudah tidak cinta lagi dengan NKRI cepat keluar Banser,” kata Gus Yaqut.

Setiap kader juga ditekankan supaya tetap taat dengan perintah Kiai. Dengan itulah, Ansor maupun Banser akan tetap disegani karena ketakzimannya pada Kiai.

Keterkaitan dalam mempertahankan NKRI dan ketakziman atas Kiai, bagi Gus Yaqut, tidak bisa dipisahkan. NKRI dalam segenap dinamikanya telah merdeka dari penjajah. Elemen penting yang turut memerdekakan bangsa ini satu di antaranya adalah para kiai.

“Tidak usah terlalu banyak alasan, karena negeri ini NKRI ini yang memerdekakan salah satunya kiai-kiai kita. Muassis NU,” terangnya.

GP Ansor dalam mengimplementasikan gerakannya tidak selayaknya melawan pemerintah tetapi harus mendukungnya. Dukungan itu dengan catatan ketika pemerintah sesuai dengan kepentingan rakyat.

“Kita tidak boleh berlawanan dengan pemerintah. Ansor Banser berkewajiban memberikan dukungan pada pemerintah yang sah. Tapi dukungn ini bukan tanpa catatan, kita memberikan dukungan sepenuhnya ke pemerintah yang sah sepanjang pemerintah terus berpihak pada isu kebangsaan dan kerakyatan, kalau tidak berpihak lagi, maka kader Ansor Banser harus berada di posisi berbeda dari pemerintah,” tegasnya.

Masih dalam konteks mempertahankan NKRI, GP Ansor komitmen tidak berkenan menjalin komunikasi dengan organisasi lain yang mendahulukan kekerasan. Komitmen itu termasuk menolak menjalin komunikasi maupun kerja sama dengan gerombolan orang yang hendak mendirikan negara Indonesia di luar bingkai NKRI.

“Untuk itu jangan pernah takut. Ansor Banser itu pemberani. Urat takutnya sudah putus,” pungkasnya. (BP/02).

banner 300x250
banner 468x60

Tinggalkan Balasan