Hadiri Wisuda ke-13 Unisnu, Forkopimda Naik Delman

banner 468x60

BERITAPANTURA.id, JEPARA – Delapan kereta bendi atau lebih dikenal dengan sebuatan delman, terparkir berjajar rapi di teras Pendopo Kartini Jepara, Rabu (30/10/2019) pagi. Lengkap dengan sajian pernak-pernik hiasan, delman-delman itu nampak mencuri perhatian para pegawai di lingkup perkantoran Setda Jepara.

Plt. Bupati Jepara Dian Kristiandi naik delman menghadiri sidang senat terbuka dalam rangka wisuda ke-13 Unisnu Jepara, Rabu (30/10/2019).

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Namun, kali ini para kusir dengan setelan baju lurik dan mengenakan blangkon itu bukan untuk mangkal. Melainkan, hendak mengantar Forkopimda beserta pimpinan Unisnu Jepara, untuk menghadiri sidang senat terbuka dalam rangka wisuda ke-13 Unisnu Jepara, di Gedung Wanita R.A. Kartini Jepara.

Pemilihan delman kata Wakil Ketua Panitia Wisuda Suliyono, bertujuan untuk pelestarian nilai-nilai sejarah khususnya moda transportasi tradisional. Delman yang bebas polusi udara dan dinilai lebih sehat menjadi alasan utama lainnya, bagi warga yang tidak terbiasa hidup di tengah tingkat polusi udara yang tinggi.

“Memang diharapkan mengurangi polusi udara. Kalau kita sudah pakai kereta (delman -pen), mungkin polusi udara sudah beda terkurangi,” kata Suliyono.

Tiba saat pemberangkatan, delman-delman ini melaju cukup lambat dengan pengawalan polisi. Arak-arakan delman hias ini menjadi daya tarik warga Jepara, baik warga sekitar rute dan mereka yang sedang melintas. Delman yang dinaiki Plt. Bupati Jepara Dian Kristiandi bersama Rektor Unisnu Jepara Sadullah Assaidi berada paling depan, disusul delman Forkopimda beserta para pimpinan Unisnu yang lain. Sesekali mereka tampak tersenyum sambil melambaikan tangan kepada warga. Tak jarang juga di antara warga ada yang mengabadikannya dengan ponsel pintarnya.

Wuazir kusir delman yang dinaiki Plt. Bupati Jepara bersama Rektor Unisnu mengaku senang dan bangga. Karena ia bisa mendapat penumpang orang nomor satu di Kabupaten Jepara. “Alhamdulillah kami satu komunitas bendi bersyukur,” ujar dia.

Pria yang kerap mangkal di wilayah Desa Kalipucang, Kecamatan Welahan ini mengaku, meningkat pesatnya kepemilikan kendaraan bermotor pribadi membuat pendapatannya sebagai kusir tergerus. Meski begitu, dirinya bersyukur bendi miliknya lebih sering mendapat carteran sebuah acara. “Saya juga bersyukur kerap di carter di event-event Hari Jadi Jepara, Kudus, Pati, dan Rembang,” tutur Wuazir. (BP/02).

banner 300x250
banner 468x60

Tinggalkan Balasan