Ratusan Warga Tuntut Penutupan Tempat Karaoke di Desanya

banner 468x60

BERITAPANTURA.id, DEMAK – Ratusan warga Desa Botorejo, Kecamatan Wonosalam Demak, Kamis (21/10) mendatangi Kantor Polsek Wonosalam Demak dan Balai Desa Botorejo. Mereka meminta agar aparat kepolisian dan Pemerintah Desa segera menutup tempat hiburan karaoke yang berada dikawasan pemukiman warga.

Kerumunan Warga saat mendatangi Kantor Polsek Wonosalam Demak. Senin (21/10/2019).

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Menurut keterangan salah satu warga Botorejo Kamdi (53) mengatakan, munculnya tempat hiburan karaoke di pemukiman warga sangat meresahkan dan membawa dampak negatif  bagi masyarakat. Dirinya menganggap bahwa pemerintah dalam hal ini Satpol PP tidak bisa menjalankan tugasnya dengan baik.

“Perda larangan Karaoke sudah jelas ada, tapi kenapa Satpol PP diam saja, ada apa dengan Polisinya Pemerintah,” tegas Kamdi saat mendatangi Balai Desa Botorejo bersama ratusan warga.

Aksi mereka diterima oleh Kepala Desa Botorejo, Kapolsek Wonosalam dan Sekcam Wonosalam. Kamdi bersama dengan Ratusan warga yang sebagian besar kaum hawa ini hanya menyerukan satu permintaan penutupan Karaoke. Meski sudah pernah disegel oleh Satpol PP setempat, bisnis karaoke masih beroperasi.

“Kita minta kepada Kapolsek dan pak lurah jika dalam waktu 3 hari tidak ada kejelasan penutupan Karaoke maka warga yang akan bertindak sendiri untuk menutupnya,” kata Kamdi.

Menurut Kepala Desa Botorejo, Marjo Dudono, mengungkapkan jika pemerintah desa tidak mempunyai wewenang untuk melakukan penutupan terhadap tempat hiburan karaoke tersebut.

“Yang berhak menutup tempat hiburan karaoke itu Satpol PP bukan saya, sesuai prosedur ya instansi tersebut,”kata Marjo Dudono.

Marjo menambahkan pihaknya akan fasilitasi warga untuk meyampaikan aspirasi terkait penutupan Karaoke kepada Bupati Demak. (BP/02).

banner 300x250
banner 468x60

Tinggalkan Balasan