International Coffee Day 2019, Komunitas Kopi Jepara Gelar Expo

banner 468x60

BERITAPANTURA.id, Jepara – Para pecinta kopi yang tergabung dalam Komunitas Kopi Jepara menginisiasi acara Expo Internasional Coffee Day (ICD) 2019 bertempat di halaman Pendopo Kartini Jepara pada Minggu (20/10). Acara yang dimeriahkan dengan berbagai kegiatan yang berkaitan dengan kopi ini digelar mulai pagi hingga malam.

Jajaran Forkopinda Jepara, menjajal alat yang digunakan oleh para barista kopi

Salah satu panitia dari komunitas kopi Jepara, Uung mengatakan terdapat 25 stand kopi dari berbagai kedai dan petani di Kabupaten Jepara. Ia juga berharap dengan adanya acara ini masyarakat sebisa mungkin menikmati kopi asli Jepara dan mampu mendorong tumbuhnya pelaku usaha di sektor hilir, dengan berkembangnya kedai kopi yang tersebar di Kabupaten Jepara. Ia juga menjelaskan sebagian besar kopi sudah dijual di berbagai daerah termasuk Jogja, Jakarta bahkan sampai luar Jawa.

Melalui kegiatan ini, mereka berharap kopi Jepara bisa semakin populer. Mereka juga senang para pemilik kedai kopi di Jepara mau diajak untuk mempopulerkan kopi Jepara melalui event tahunan ini. ”Kami punya misi yang sama. Tak mengedepankan jualan, tapi lebih pada mengenalkan kopi Jepara pada masyarakat,” ujar Uung.

Tak hanya lewat expo, Uung menyatakan mereka juga menggelar lomba kopi yang dinilai oleh pakar kopi tingkat nasional. Bahkan juga ada acara hunting foto dan hiburan musik.

Kegiatan yang juga dihadiri oleh Asisten II perekonomian dan pembangunan Sekda Jepara Mulyaji, Kapolres Jepara, dan Dandim Jepara ini juga banyak dihadiri oleh para pengunjung yang ingin mencicipi kopi racikan para barista.

Dalam serangkaian acara tersebut juga turut diberikan bantuan secara simbolis dari Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah, berupa bubuk dan mesin sangrai kopi. Sedangkan petani penerimanya dari desa Tempur dengan nilai bantuan Rp 57 juta.

Asisten II Sekda Jepara Mulyaji mengapresiasi acara ini, karena melalui ICD 2019 masyarakat lebih mengenal kopi-kopi lokal baik dari Jepara dan luar daerah. “Produksi kopi di kabupaten Jepara ini banyak yang belum mengetahui, oleh sebab itu terselenggaranya acara ini justru membuat masyarakat mengenal kopi-kopi asli Jepara,” jelasnya.

Mulyaji menjelaskan peminat kopi meningkat terkhusus di kalangan anak muda. “Anak muda sekarang sudah mulai mencintai kopi dan lebih suka berkumpul di cafe atau kedai kopi,” katanya.

Acara kemudian dilanjutkan dengan Lokakarya atau workshop coffe yang diisi oleh pemateri Harjanto dan Yuanita Rachma. Bahkan di sesi sore, ada hunting fotografi yang bertemakan hari kopi sedunia.

banner 300x250
banner 468x60

Tinggalkan Balasan