Tempat Karaoke Demak Tetap Beroperasi, Bukti Lemahnya Penegak Perda

banner 468x60

BERITAPANTURA.id, DEMAK – Tetap beroperasinya puluhan tempat karaoke di Kabupaten Demak, dituding mangabaikan aturan Perda Pemerintah Kabupaten Demak. Pasalnya, atas kesepakatan yang dibuat dalam Peraturan Daerah (Perda) oleh Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) Demak, tempat hiburan karaoke di Demak dilarang dan sudah ditutup secara resmi.

Hal tersebut disampaikan Ketua DPRD Demak, Fachrudin Bisri Slamet. Menurutnya, kesalahan terbesar terletak pada Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) selaku penegak Perda yang tidak bisa berbuat banyak untuk penindakan yustisi.

Bacaan Lainnya
banner 300x250
Ketua DPRD Kabupaten Demak, (baju putih) Fachrudin Bisri Slamet (Dok. Foto)

Kalau alasannya kurang personil, ya seharusnya Pemkab menambahkan anggaran untuk operasional atau penambahan personil. Jangan justru diam mesti tau kalau tempat karaoke beroperasi lagi,” tegas Slamet.

Berdasarkan Perda nomor 11 tahun 2018, sudah disepakati dan disyahkan oleh seluruh elemen masyarakat melalui sidang paripurna DPRD Demak pada september lalu mengenai kebijakan tempat hiburan. Namun ironisnya, sebagian tempat tersebut masih beroperasi secara ilegal, dan puncak dari itu masyarakat sangat menyayangkan tidak adanya tindakan tegas dari aparat Pol PP atau aparat lainnya.

Satpol PP itu sebagai ujung tombak penegakan perda. Kalau udah ada aturan, kenapa tidak dijalankan. Toh tempat tempat karaoke itu ilegal dan dilarang menurut aturan pemerintah, apalagi sampai beroperasi di Kota Demak yang notabenya sebagai Kota Wali !!” pungkas Slamet disela agenda rapat di Gedung DPRD Demak kemarin. (BP/02).

banner 300x250
banner 468x60

Tinggalkan Balasan