Antisipasi Banjir, Ratusan Mahasiswa UMK Pungut Sampah di Sungai Gelis

banner 468x60

BERITAPANTURA.id, KUDUS– Antisipasi ancaman bencana alam saat datangnya musim penghujan, ratusan mahasiswa di Kudus, Jawa Tengah gelar aksi pungut sampah, Kamis (10/10/2019). Aksi pungut sampah dilakukan menyusuri hulu sungai gelis agar aliran berjalan lancar saat musim penghujan tiba.

Dengan menyusuri hulu sungai gelis di desa Rahtawu, Kabupaten Kudus/ ratusan mahasiswa Nniversitas Muria Kudus (UMK) bersama dengan warga dan instansi terkait ini melakukan aksi pungut sampah. Aksi pungut sampah sengaja dipilih di hulu sungai gelis, pasalnya dengan kondisi sungai yang bersih ancaman banjir bandang akibat sumbatan sampah dapat teratasi.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Ratusan Mahasiswa UMK saat melakukan pungut sampah di sungai Gelis desa Rahtawu.

Langkah tersebut sebagai antisipasi kebencanaan datangnya musim penghujan. Sekitar 10 Km yang terbagai dalam beberapa tim aksi pungut sampah di prioritaskan memungut sampah plastik dan menyingkirkan tumpukan sampah ranting kayu supaya aliran sungai dapat berjalan lancar.

Menurut Farika, mahasiswa peserta aksi pungut sampah mengatakan, tak hanya membersihkan hulu sungai gelis saja, namun kedepan bakal dilakukan hingga hilir sungai gelis agar aliran air bersih dan lancar. Dan masyarakat juga harus sadar atas menjaga kondisi alam kita.

“Tadinya sih banyak sampah banyak plastik, mungkin karena masyarakat sini masih belum sadar tentang kebersihan air, jadi masih banyak yang membuang sampah sembarangan,”  kata Farika.

Sementara menurut Hendy Hendro, Ketua Forum Daerah Aliran Sungai (DAS) Muria yang juga dosen Fakultas Pertanian Universitas Muria Kudus mengungkapkan, aksi pembersihan sampah di sungai menjadi prioritas, pasalnya Indonesia menjadi salah satu penghasil sampah terbesar dunia. Untuk itu kita mengajak masyarakat mulai dari hulu hingga hilir untuk peduli terhadap sungai agar tidak tercemar bahkan menghambat arus sungai yang berdampak pada banjir bandang.

“Kita tahu, bahwa sampah ini menjadi salah satu yang harus kita tangani karena Indonesia menjadi salah satu penghasil sampah nomor dua di dunia. Kenapa kita lakukan di hulu sungai gelis ini, karena dengan banyaknya sampah yang ada di hulu dapat menghambat arus dari sungai gelis ini,” terangnya.

Tak hanya aksi pungut sampah, mahasiswa juga turut sosialisasikan ke warga setempat agar tak membuang sampah sembarangan termasuk di sungai dan tanamkan kepedulian terhadap kondisi alam. (BP/02)

banner 300x250
banner 468x60

Tinggalkan Balasan