Horog-horog Khas Jepara, Kuliner yang Mulai Langka di Pasaran

banner 468x60

BERITAPANTURA.id, Jepara – Horog-horog adalah makanan khas dari Kabupaten Jepara yang terbuat dari tepung pohon aren/sagu. Bagi masyarakat Jepara, kuliner horog-horog sudah tidak asing lagi. Makanan warisan nenek moyang masyarakat Bumi Kartini ini merupakan menu yang istimewa dan mulai jarang di temukan di pasaran.

Horog-horog cocok dipadukan dengan beberapa jenis makanan lain. Antara lain pecel, bakso, sate, bahkan dapat dijadikan variasi untuk berbagai jenis minuman.

Bacaan Lainnya
banner 300x250
Horog-horog, salah satu kuliner khas Jepara.

Sensasi rasa dari makanan berbahan tepung sagu ini semakin terasa di lidah saat berpadu dengan sayur atau minuman. Cara masyarakat Jepara mengolah dan menyajikan horog-horog sangat beragam. Selain dapat dimakan tanpa campuran bumbu, sayur, atau menu lain, horog-horog juga kerap dijadikan makanan pengganti nasi.

Meskipun pedagang horog-horog di Kota Ukir terbatas, namun untuk mendapatkan kuliner ini tidaklah sulit. Hampir di pasar tradisional ada penjual horog-horog meskipun jumlahnya tidak banyak. Hanya warung-warung makan disejumlah daerah di Jepara, yang menyediakan horog-horog dalam berbagai olahan misalnya bakso, pecel dsb. Jika membeli di warung makan, satu potong/bungkus pisang biasanya dihargai Rp 1.000,00.

Salah satu kuliner yang sering bisa dijumpai adalah bakso horog-horog. Secara umum bakso horog-horog sama dengan bakso pada umumnya. Ada bakso, mie, serta irisan daging. Pembeda bakso horog-horog dengan bakso pada lain, yaitu campuran horog-horog. Jika kebetulan berkunjung ke Bumi Kartini, di kawasan kota banyak penjual bakso horog-horog yang siap memanjakan lidah anda.

Horog-Horog di bungkus di dalam daun jati atau pisang sehingga makin menambah sedap untuk di nikmati. Jadi ketika kalian ke Jepara, tidak ada salahnya untuk mencoba kuliner tradisional khas Jepara yang kenyal nan gurih yang biasanya di sajikan di atas lipatan daun jati ini.

Makanan khas Jepara ini terbuat dari olahan pohon Aren. Proses pembuatanya cukup panjang dan lama, dimulai dari pengerukan sagu dari batang aren, kemudian tepung aren dicuci, setelah itu dilakukan pengeringan dengan bantuan abu di atas adonan. Adonan selanjutnya dikukus secara kering hingga berbentuk gumpalan-gumpalan kecil, pengukusan ini dilakukan beberapa kali berulang-ulang hingga terbentuk gumpalan kristal yang terasa kenyal.

Makanan Horog – horog yang telah populer sejak era gerakan tiga puluh September atau biasa disebut dengan “Gestapu”. Makanan yang pernah tenar pada masa Partai Komunis Indonesia (PKI) itu merupakan salah satu kekayaan kuliner yang dimiliki oleh kota kelahiran R.A Kartini.

Horog- Horog memiliki kandungan protein cukup tinggi. Mungkin, tidak banyak orang yang mengenal horog-horog sebagai bahan pangan alternative sebagai pengganti nasi. Sebab, hanya sebagian masyarakat tertentu di Indonesia yang mengonsumsi horog-horog, khususnya masyarakat Jepara.

Horog-horog juga bisa mengantisipasi penyakit diabetes (kencing manis). Sebagai perbandingan, kandungan gizi pada sagu (bahan pembuat horog-horog) mengandung karbohidrat 94 gram, serat 0,5 gram dan protein 0,2 gram, sedangkan 100 gram padi mengandung protein 6.8 gram dan kalori 365.

Di desa Plajan, Bugel, dan Menganti adalah salah satu sentra industri rumahan pembuatan horog-horog atau kalau hanya ingin menikmati makanan ini bisa mengunjungi pasar sore Karangrandu di Kecamatan Pecangaan.

Jadi ketika kalian ke Jepara, tidak ada salahnya untuk mencoba kuliner tradisional khas Jepara yang kenyal nan gurih yang biasanya di sajikan di atas lipatan daun jati ini. Jangan hanya membayangkanya saja, segera kunjungi Jepara dan selamat berwisata.

banner 300x250
banner 468x60

Tinggalkan Balasan